Tidak ada resiliensi yang sustainable kalau diperjuangkan sendirian.
Tentang resiliensi perempuan-perempuan 40+ secara individu, dan relasinya dengan komunitas, lingkaran terdekat, dan tempat tinggal kita (bumi).
Apa yang akan dibahas di pilar ini
Empat tema yang akan jadi tulang punggung konten
Lingkaran Terdekat
Keluarga, partner, sahabat dekat. Bagaimana relasi-relasi ini berubah di usia 40+ dan bagaimana merawatnya tanpa mengorbankan diri sendiri.
Komunitas Perempuan 40+
Peer support yang nyata, baik secara fisik maupun jarak jauh. Mengapa komunitas sebaya jadi lebih krusial di tahap hidup ini.
Mentor & Mentee
Belajar di kedua arah: dari yang lebih dulu menjalani, dan dari yang masih melihat kita sebagai panutan. Resiliensi yang menular dua arah.
Bumi & Tempat Tinggal
Relasi dengan lingkungan tempat kita ada. Resiliensi yang sustainable selalu terhubung dengan kelestarian yang lebih besar dari diri kita.
Tulisan dalam pilar ini
Baca yang sudah terbit
Tim di Balik Lariku
Tentang kerendahan hati untuk meminta bantuan, dan kenapa lari sepuluh kilometer ternyata tidak pernah benar-benar dilakukan sendirian.
Ngrowot dan Kekerabatan
Tentang tradisi spiritual yang aku pause selama seminggu, karena ponakanku datang dari luar kota. Catatan kecil tentang kebijakan menahan diri untuk yang lebih besar.
Subscribe newsletter, biar dapat artikel pertama saat tayang
Communal Resilience masih dalam pengembangan konten. Subscribe biar dapat notifikasi saat artikel baru tayang. Mingguan, gratis.
Double opt-in: kamu akan dapat email konfirmasi dulu. Gratis, tanpa spam, berhenti kapan saja.