Tulisan mendalam tentang apa yang saya pelajari
Catatan jujur dari riset, pengalaman, dan perjalanan saya. Sambil saya jalani.
Maybank Marathon
Untuk Perempuan Biasa 40+ yang Sedang Mempersiapkan 10K. Sebuah surat untuk diri sendiri di bulan Juni, tentang race 10K kesekian kali di Maybank Marathon Bali 23 Agustus 2026, setelah usia hampir lima puluh.
Recovery Bukan Istirahat
Mengapa perempuan 40+ perlu strategi pemulihan yang serius. Yang terjadi di antara dua sesi latihan sama pentingnya dengan latihannya sendiri.
Makan untuk Berlatih
Panduan nutrisi perempuan 40+ yang sedang persiapan race. Bukan diet. Bukan cutting. Ini tentang makan cukup untuk bisa bekerja keras.
Latihan Beban Sebelum Race
Kenapa Perempuan 40+ Tidak Bisa Hanya Lari. Catatan dari program latihan nyata, bukan teori.
Tim di Balik Lariku
Tentang kerendahan hati untuk meminta bantuan, dan kenapa lari sepuluh kilometer ternyata tidak pernah benar-benar dilakukan sendirian.
Plan adalah Hipotesis
Tentang rencana latihan 16 minggu yang tidak satupun mingguannya berjalan sesuai rencana. Dan kenapa itu justru tanda plan yang sehat.
Kakiku Lebih Kuat dari Napasku
Tentang menemukan limiting factor yang sebenarnya. Apa yang time trial di Kulon Progo ajarkan tentang yang lemah di balik yang kuat, dan kenapa cara memperbaikinya selalu terasa berlawanan dengan akal sehat.
Ngrowot dan Kekerabatan
Tentang tradisi spiritual yang aku pause selama seminggu, karena ponakanku datang dari luar kota. Catatan kecil tentang kebijakan menahan diri untuk yang lebih besar.
Benang yang Baru Terlihat di Usia Ini
Tentang Grand Design, Silver Lining, dan keberanian untuk terus berjalan meskipun tidak tahu arah. Pagi Senin, dua puluh tahun ke belakang, dan momen ketika titik-titik yang terasa acak ternyata terhubung oleh benang yang tidak pernah kita sadari sedang kita tenun.
Kenapa Sepuluh Kilometer
Bukan lima. Bukan dua puluh satu. Bukan maraton penuh. Tentang memilih jarak yang tepat untuk fase hidup yang tepat, dan kenapa itu pelajaran yang lebih besar dari sekadar lari.
Sombong atau Sadar Diri?
Mengapa perempuan harus berhenti minta maaf untuk kompetensinya. Tentang refleks yang kita warisi, Sindrom Hehe, dan kenapa menyatakan fakta tentang diri sendiri bukan sombong tapi sadar diri.
Time Trial di Kulon Progo
Apa yang heart rate beritahu, dan apa yang tidak. Catatan dari tes 5 kilometer di pagi panas 27 derajat, tentang metrik yang berbohong, dan metrik yang jujur.
PhD di Belanda, di Usia yang 'Salah'
Bulan Mei ini, beberapa tahun yang lalu, saya lulus doktor di usia yang dunia bilang sudah terlambat. Tentang fieldwork sendirian, compound effect dari proses yang tidak ada shortcut-nya, dan kenapa tidak ada usia yang salah untuk investasi yang benar.
PT-ku Pikir Aku Sudah Siap Beban Berat
Tentang berbagi konteks dengan orang-orang yang bekerja sama dengan kita. Ada sesuatu yang aku pelajari di gym, yang ternyata adalah pelajaran karir paling penting di paruh kedua kehidupan.
Mengapa Saya Memulai di Usia Hampir Lima Puluh
Tahun lalu, di usia empat puluh delapan, saya meninggalkan peran leadership dan pulang ke Yogyakarta. Sebuah catatan jujur tentang memulai lagi di usia hampir lima puluh: ketakutan yang sebenarnya, tubuh yang punya pendapatnya sendiri, dan kenapa pelan-pelan adalah strategi, bukan kelemahan.
Zone 2 Bukan Cuma Soal Lari
Tentang perempuan yang membangun sambil berlari pelan. Zone 2 bukan cuma soal lari: soal base building, compound, dan kenapa rasa 'belum sampai' bukan kegagalan.
Mengapa Saya Membangun Cardio Capital
Tentang kegelisahan di usia 40+, persimpangan dan transisi, dan kenapa saya berhenti menunggu dan mulai membangun ruang yang saya cari sendiri.
Notifikasi setiap artikel baru
Setiap artikel baru akan saya kirim ke newsletter. Mingguan, tanpa spam.
Double opt-in: kamu akan dapat email konfirmasi dulu. Gratis, tanpa spam, berhenti kapan saja.